Refleksi Pemuda Katolik Komda Sulawesi Selatan di HUT RI Ke-81: Merdeka yang Terus Diperjuangkan

Merdeka yang terus diperjuangkan

Oleh : Erika Tansil, S.H.,M.H
Ketua Pemuda Katolik Komda Sulawesi Selatan

Dalam peringatan 81 Tahun Indonesia Merdeka, ada rasa syukur sekaligus perenungan. Delapan dekade lebih bangsa ini berdiri sebagai negara yang berdaulat, melewati berbagai tantangan, krisis, dan perubahan zaman. Namun peringatan kemerdekaan tidak seharusnya hanya menjadi seremoni tahunan yang dipenuhi upacara dan kemeriahan, melainkan momentum untuk bercermin: sejauh mana cita-cita para pendiri bangsa telah diwujudkan dalam kehidupan rakyat Indonesia.

Di tengah berbagai capaian pembangunan yang patut diapresiasi, masih terdapat sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian serius. Ketimpangan sosial, akses pendidikan yang belum merata, pelayanan kesehatan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah, hingga praktik korupsi yang terus menggerus kepercayaan publik menjadi pekerjaan rumah yang belum selesai. Kemerdekaan sejati bukan hanya soal terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang hadirnya keadilan, kesejahteraan, dan kesempatan yang setara bagi seluruh rakyat Indonesia.

Refleksi HUT RI ke-81 juga hadir dalam suasana duka. Menjelang peringatan kemerdekaan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, menimbulkan kerusakan dan korban jiwa serta memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut oleh BMKG. Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang hidup berdampingan dengan risiko bencana alam yang tinggi. Di tengah perbedaan suku, agama, budaya, dan pilihan politik, bencana selalu mengajarkan satu hal penting: kemanusiaan harus menjadi identitas utama bangsa Indonesia.

Musibah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata. Ketangguhan masyarakat, kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta pemerataan pembangunan hingga ke daerah terluar harus menjadi prioritas. Kemerdekaan akan terasa lebih bermakna ketika setiap warga negara merasa aman, terlindungi, dan diperhatikan oleh negara.

Di usia ke-81 ini, bangsa Indonesia membutuhkan semangat baru untuk memperkuat persatuan dan memperbaiki berbagai kekurangan yang masih ada. Kritik terhadap pemerintah dan penyelenggara negara harus tetap disampaikan secara santun dan konstruktif sebagai bentuk kecintaan kepada bangsa. Sebab demokrasi yang sehat lahir dari keberanian menyampaikan kebenaran, bukan dari sikap saling menjatuhkan.

Harapan terbesar pada peringatan kemerdekaan tahun ini adalah hadirnya Indonesia yang semakin adil, semakin jujur, dan semakin berpihak kepada rakyat. Indonesia yang tidak hanya maju di atas kertas statistik, tetapi juga maju dalam kualitas hidup masyarakatnya. Indonesia yang mampu menjaga keberagaman sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan. Indonesia yang menjadikan nilai kemanusiaan sebagai fondasi pembangunan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.Semoga kemerdekaan yang diwariskan para pendiri bangsa tidak hanya kita rayakan, tetapi juga kita perjuangkan setiap hari melalui kerja, pengabdian, dan kepedulian terhadap sesama. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, semoga Indonesia terus bertumbuh menjadi rumah yang lebih baik bagi seluruh anak bangsanya.

Merdeka bukanlah akhir dari perjuangan. Merdeka adalah tanggung jawab untuk terus memperbaiki Indonesia.

*Rd08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *