Berita  

Ribuan Umat Katolik Hadiri Perayaan Maria Diangkat ke Surga 2026 di Makassar

MAKASSAR — Nuansa religius, penuh syukur, dan persaudaraan mewarnai Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Rajawali Makassar, Minggu (16/8/2026).

Mengangkat tema “Peziarahan Bersama Maria Menuju Kristus Raja Damai”, perayaan tahun ini memiliki makna yang istimewa karena diselenggarakan bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta doa bersama untuk para korban bencana yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai tuan rumah pelaksanaan, Paroki Kristus Raja Andalas berhasil menghadirkan sekitar 6.000 umat Katolik dari seluruh Paroki se-Kevikepan Agung Makassar. Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh agama dan pejabat daerah, di antaranya Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, S.H., Kapolrestabes Makassar Kombes Pol. Arya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si., Uskup Agung Emeritus Mgr. Dr. Johannes Liku Ada’, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Makassar R.P. Derikson Alverius Turnip, C.I.C.M., serta para imam, biarawan, dan biarawati dari seluruh Kevikepan Agung Makassar.

Dalam sambutannya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan penghargaan kepada umat Katolik yang selama ini turut berkontribusi menjaga keharmonisan dan kerukunan di Kota Makassar. Ia menekankan bahwa semangat toleransi dan kepedulian terhadap sesama harus terus dipelihara sebagai fondasi kehidupan bersama.

Menurutnya, Makassar harus terus menjadi kota yang terbuka dan memberi ruang bagi seluruh masyarakat untuk menjalankan keyakinannya dengan aman dan nyaman. Ia juga menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tidak boleh dibatasi oleh perbedaan agama maupun latar belakang sosial.

Sementara itu, Kabid Humas Panitia Perayaan, Erika Tansil, S.H., M.H., menyampaikan bahwa suksesnya penyelenggaraan acara tidak terlepas dari dedikasi Ketua Panitia William Laurin, S.E., yang juga merupakan anggota DPRD Kota Makassar, bersama seluruh panitia dan relawan yang terlibat.

Erika menjelaskan bahwa perayaan Hari Raya Maria Diangkat ke Surga menjadi kesempatan bagi umat untuk semakin memperdalam iman serta meneladani kehidupan Bunda Maria yang penuh kesetiaan dan kerendahan hati.

“Perayaan ini mengingatkan umat bahwa perjalanan hidup di dunia memiliki tujuan mulia bersama Allah. Bunda Maria menjadi teladan dalam ketaatan, kesetiaan, dan penyerahan diri sepenuhnya kepada kehendak Tuhan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan oleh R.P. Derikson Alverius Turnip, C.I.C.M., yang menegaskan bahwa ribuan umat yang hadir malam itu dipersatukan oleh kasih dan devosi kepada Bunda Maria. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kongregasi Suster SHMJ yang telah menyediakan lokasi pelaksanaan kegiatan, serta mengajak seluruh umat untuk mendoakan kesehatan Uskup Agung Makassar, Mgr. Fransiskus Nipa, yang tidak dapat hadir karena sedang menjalani masa pemulihan kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, Uskup Agung Emeritus Mgr. Dr. Johannes Liku Ada’ mengajak umat untuk merefleksikan kisah perjumpaan antara Maria dan Elisabet sebagai teladan kehidupan beriman. Menurutnya, kehadiran seseorang seharusnya mampu membawa sukacita, harapan, dan berkat bagi orang lain.

Ia mengingatkan bahwa iman yang hidup tercermin melalui sikap yang menghadirkan damai dan kasih dalam relasi dengan sesama. Sebagaimana Maria membawa Kristus kepada Elisabet, umat diajak untuk menghadirkan Kristus melalui tindakan nyata yang membangun persaudaraan dan kedamaian.

Melalui perpaduan antara doa, semangat kebangsaan, serta kepedulian terhadap sesama, Perayaan Hari Raya Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga Tahun 2026 menjadi wujud nyata persatuan umat serta komitmen bersama dalam merawat toleransi dan kerukunan di Kota Makassar.

*Rd08

Exit mobile version